Perjumpaan Tanpa Perpisahan

Tulisan ini mungkin karena keingat terus dengan beliau. Habib Umar AlHafidz.

Salah satu pemandangan Indah adalah saat melihat Insan yang indah akhlaknya, santun perangainya, tinggi dan berkah ilmunya serta tinggi pula kedudukannya di sisi Allah SWT.

Apalagi pemandangannya seorang Habibana Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Darahnya mengalir darah Rasul. Beliau selalu menjaga dakwah dan Sunnah kakek tercinta, Rasulullah SAW.

Saat orang-orang mencaci dirinya, sang murid ingin membalas umpatan orang-orang. Namun sang guru menahannya dan menasehati, “Tak Pantas kata-kata hina keluar dari mulut yang merindukan rasul.”

Beliau yang selalu menjaga lisannya dengan ucapan yang baik, Nasehat atau hanya berzikir.

Mata yang selalu beliau jaga. Agar hati selalu kuat menahan diri dari dosa. Dan melawan bisikan syaitan dan hawa nafsu.

Pantas saja, Habib Ali Al Jufri berkata, “Jika ingin melihat indahnya akhlak Rasul, maka lihatlah akhlak (yang diperbuat) Habib Umar.”

Dan pantas pula, setiap muslim yang berjumpa dengan Habibana. Hatinya jadi Ingat Insan terbaik, SAW. Dan ingin berselawat kepadanya.

Sepanjang mengikuti rihlah Safari dakwah habib Umar di Jakarta, Pesan yang terakhir beliau sangat menempel di kepala. Beliau menasehatkan:

“Sama-sama kita tahu, kita tinggal di dunia, dimana Tabiat Dunia adalah perpisahan.”

 

“Dan semoga perjumpaan kami dengan antum semua membuahkan PERJUMPAAN TANPA PERPISAHAN. Yaitu Perjumpaan dalam syurganya Allah, perjumpaan yang dipenuhi oleh Syafaat Rasulullah SAW.”

Alangkah indahnya pula, jika setiap perjumpaan dengan para sahabat kita. Dibuatkan jadi perjumpaan tanpa perpisahan di hari nanti. yang saling menasehati, mendoakan, dan saling mencintai karena Allah.

Leave a Reply