Maritim adalah mindset

“Maritim adalah mindset…” Begitulah kata Faisal Basri, salah satu ekonom jebolan UI. Kata-kata ini membuka pemahaman baru bagi saya.

Beliau tidak setuju dengan ide Jembatan Selat Sunda di era SBY. selain karena risiko dari anak krakatau. Pada kontribusi ekonomi, Indonesia sudah didominasi oleh Pulau Jawa-Sumatera. Jika jadi dibangun, bakal menjadi ketimpangan pembangunan.

Ide jembatan Ini menurutnya menggunakan pola pikir DARAT. Yang tak cocok untuk kita sebagai negara maritim. Melemahkan pembangunan maritim.

Pun saat Jokowi mengajukan program ‘Tol Laut’. Ia juga tak setuju. Namanya saja sudah tol. Masih punya mindset darat. Meskipun banyak pihak istilah tol ini berarti Kecepatan. Tetap saja terkesannya adalah darat.

Laut itu luas, konsep maritim sendiri bersifat outward. Hubungan Pelayaran dan perdagangan laut bersifat terbuka keluar. Beda dengan orientasi darat, yang bersifat inward, mempertahankan apa yang ada.

Secara teknis dari konsep maritim, suatu wilayah memiliki pelabuhan induk. Lalu dari sini akan didistribusikan ke pelabuhan-pelabuhan kecil. Kemudian diangkut dengan transportasi darat. Ini akan memerkecil biaya distribusi.

Sejarah mengatakan, yang bisa menguasai lautan adalah yang menguasai dunia. Dengan laut, Orang nusantara telah melakukan perniagaan hingga ke madagaskar.

Sejarah bangsa China, menjadi lebih maju saat mereka menjadi bangsa yang melakukan ekspedisi seperti laksamana Cheng Ho. Setelahnya, terjadi kemunduran, mereka menutup diri dari dunia luar. Memanggil kembali armada lautnya. tak perlu lagi berekspedisi. Merasa diri adalah bangsa yang paling maju.

Pun sama dengan orang-orang muslim arab di zaman itu, mempunyai sistem navigasi terbaik saat itu, melakukan palayaran. Mereka tersebar ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. mereka lebih dulu tiba di Amerika daripada pihak yang klaim telah menemukan amerika.

sumber : mvslim.com

* * *

Insyaallah, Aceh akan melakukan ekspedisi maritim lagi. Pemerintah sudah melanching kerjasama Perdagangan Aceh – Nikobar. Dimana Kepulauan Nikobar dan Andaman dengan Aceh hanya berjarak 170 km. Sementara dengan daratan India berjarak lebih dari 1300 km. Aceh menjadi area terdekat untuk melakukan kerjasama.

Pemerintah India memfokuskan kepulauan tersebut sebagai lokasi wisata. Maka keperluan pangan, dan pertanian bisa dipenuhi dari Aceh. Semoga kerjasama ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh, meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan. Amiin.

Leave a Reply