Nama Sebagai Pengingat

Biasanya, nama untuk anak menjadi doa bagi orang tua. Dan saya harus berterima kasih kepada orang tua saya atas nama indah yang telah diberikan. Teuku Muhammad Alkautsar.

Untuk panggilan, di rumah, lingkungan keluarga, sahabat, orang baru kenal, saya dipanggil kautsar.

Setelah saya cek, nama Al Kautsar disematkan karena saya dilahirkan di hari tasyrik 13 Zulhijjah 1413 H.

Berarti saat itu masih dalam suasana hari raya Qurban. Dimana hampir diseluruh podium mesjid, menyampaikan tafsir dan pelajaran dari surat yang terdiri dari 3 ayat ini.

Pada khutbah jumat kemarin sebelum idul Adha, oleh Abi Daud Hasbi –Pimpinan Dayah Jeumala Amal, khatib menyampaikan surat ini dari angle yang berbeda.

Khusus pada tafsir dari kata ‘Alkautsar’ para ulama menjelaskan bahwa terdapat 3 tafsiran. Bisa bermakna tiga-tiganya atau pun salah satu di antara tiga itu.

Yang pertama adalah nikmat yang banyak, yaitu Allah telah melimpahkan nikmat keislaman dan keimanan, kenabian, Al Quran, kemakbulan doa, nikmat dirinya untuk umat serta banyak sekali kepada Rasulullah.

Yang kedua adalah nahrun, sungai. Yaitu sungai yang mengalir di dalam surga. Salah satu keindahan surga yang diceritakan di dalam Al Quran adalah sungai ini. Melewati setiap istana Ahli Surga, mengalir dibawahnya.

Yang ketiga adalah Haudhun, telaga. Yaitu telaga yang berada di padang Mahsyar. Mata air yang berasal dari sungai dalam Surga. Dengan warna, rasa, dan kesegaran yang sama.

Di telaga ini Rasulullah menunggu umat yang kelelahan mencarinya selama puluhan ribu tahun. Meminumkan satu per satu. Dan barang siapa yang telah minum air tersebut. Tidak akan haus selama-lamanya.

Sebagaimana kita tahu dalam AlQuran. 1 hari di akhirat durasinya sama dengan 1000 tahun di dunia.


وَإِنَّ يَوْمًا عِنْدَ رَبِّكَ كَأَلْفِ سَنَةٍ مِمَّا تَعُدُّونَ

“Sesungguhnya sehari disisi Tuhanmu adalah seperti seribu tahun menurut perhitunganmu.”

(QS. Al Hajj: 47).

Di padang mahsyar nanti kita memiliki panjang perjalanan. Perjalanan mencari Syafaat dari mulai dari Nabi Adam as, memakan waktu ribuan tahun.

Tidak ada di Nabi Adam lalu mencari pada Nabi Nuh as. Memakan waktu ribuan tahun. Hingga menemui Nabi Muhammad Saw memakan waktu puluhan ribu tahun.

Dari sana berangkat lagi menerima catatan amal, lalu berangkat lagi ke timbangan. Masing-masing memakan ribuan tahun.

Diantara panjang nya perjalanan, panasnya diatas karena sangat dekatnya matahari, panasnya dibawah karena pasir yang terbakar. Allah menjadikan hewan yang diqurban di dunia sebagai kendaraannya. Kemarin sudah pada berqurban toh?

Alhamdulillah jika sudah. Jika belum mari kita berlelah lelah di dunia, menabung, agar bisa berqurban. Rasulullah saw berqurban setiap tahun.

Sehingga, nama saya menjadi pengingat akan dua hal: Pertama, kehadiran kita adalah hamba pencari syafaatnya rasulullah, agar bisa minum telaga kautsar langsung dari Rasul.

Kedua, Belajarlah untuk memperbanyak manfaat, layaknya Alkautsar bagi Rasulullah, dan layaknya Alkautsar bagi ummatnya.

Leave a Reply