Author: kautsar

Is that really smiling get reward as same as handouts

For people who are happy, pleasure, having good situation, Smiling is easy to do. Even they can laugh. 

For people who have many troubles, showing smile and nice expression is hard to do. May be they can smile. But their expression show insincerity, like hide something behind it. I also difficult to smile when bad situation come. 

Islam teach us to control our expression be well. Rasul PUBH was a person who have the biggest problem.

The problem which is from the families until statehood, worldly problem and everything in it until afterlife, personal problem until entire who follow him, daily habbits, manner, until problem in the heart and the mind.

But Rasulullah PBUH, was a person who always make the nicest facial expression. Sayyidina Jabir Radhiallahu ‘anhu said,

مَا رَآنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُنْذُ أَسلَمْتُ إِلَّا تَبَّسَم فِي وَجْهِي

“since I’ve converted to islam, Rasulullah PBUH never see me except he smile”
(From Shahih Bukhari no. 250)

Apparently, Smiling can change to better mood and more relax. Let’s practise with people around you. When get complicated and brewing situation, then you keep smile. You enlighten the mood.

The prophet Muhammad PBUH said,

لَا تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا، وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ

Don’t you underestimate a little bit kindness. Despite just meet your brother with nice facial expression.
(Hadist from Muslim no. 2626)

What’s happen after that? Automatically we get it back from them. And it can fix their mood. So, Rasul PBUP said again

تَبَسُّمُكَ فِي وَجْهِ أَخِيكَ لَكَ صَدَقَةٌ

Your smile in front of your brother, be Handout for you.
(Sahih from Tirmidzi no 1956)

Smiling is Sunnah. It means recomendation activity from Rasulullah. If we practise it, we get reward and nearer to Rasulullah at afterlife. And thereby we get syafaa (help) from him.

Maritim adalah mindset

“Maritim adalah mindset…” Begitulah kata Faisal Basri, salah satu ekonom jebolan UI. Kata-kata ini membuka pemahaman baru bagi saya.

Beliau tidak setuju dengan ide Jembatan Selat Sunda di era SBY. selain karena risiko dari anak krakatau. Pada kontribusi ekonomi, Indonesia sudah didominasi oleh Pulau Jawa-Sumatera. Jika jadi dibangun, bakal menjadi ketimpangan pembangunan.

Ide jembatan Ini menurutnya menggunakan pola pikir DARAT. Yang tak cocok untuk kita sebagai negara maritim. Melemahkan pembangunan maritim.

Pun saat Jokowi mengajukan program ‘Tol Laut’. Ia juga tak setuju. Namanya saja sudah tol. Masih punya mindset darat. Meskipun banyak pihak istilah tol ini berarti Kecepatan. Tetap saja terkesannya adalah darat.

Laut itu luas, konsep maritim sendiri bersifat outward. Hubungan Pelayaran dan perdagangan laut bersifat terbuka keluar. Beda dengan orientasi darat, yang bersifat inward, mempertahankan apa yang ada.

Secara teknis dari konsep maritim, suatu wilayah memiliki pelabuhan induk. Lalu dari sini akan didistribusikan ke pelabuhan-pelabuhan kecil. Kemudian diangkut dengan transportasi darat. Ini akan memerkecil biaya distribusi.

Sejarah mengatakan, yang bisa menguasai lautan adalah yang menguasai dunia. Dengan laut, Orang nusantara telah melakukan perniagaan hingga ke madagaskar.

Sejarah bangsa China, menjadi lebih maju saat mereka menjadi bangsa yang melakukan ekspedisi seperti laksamana Cheng Ho. Setelahnya, terjadi kemunduran, mereka menutup diri dari dunia luar. Memanggil kembali armada lautnya. tak perlu lagi berekspedisi. Merasa diri adalah bangsa yang paling maju.

Pun sama dengan orang-orang muslim arab di zaman itu, mempunyai sistem navigasi terbaik saat itu, melakukan palayaran. Mereka tersebar ke penjuru dunia, termasuk Indonesia. mereka lebih dulu tiba di Amerika daripada pihak yang klaim telah menemukan amerika.

sumber : mvslim.com

* * *

Insyaallah, Aceh akan melakukan ekspedisi maritim lagi. Pemerintah sudah melanching kerjasama Perdagangan Aceh – Nikobar. Dimana Kepulauan Nikobar dan Andaman dengan Aceh hanya berjarak 170 km. Sementara dengan daratan India berjarak lebih dari 1300 km. Aceh menjadi area terdekat untuk melakukan kerjasama.

Pemerintah India memfokuskan kepulauan tersebut sebagai lokasi wisata. Maka keperluan pangan, dan pertanian bisa dipenuhi dari Aceh. Semoga kerjasama ini meningkatkan kesejahteraan masyarakat Aceh, meningkatkan pertumbuhan dan pemerataan. Amiin.

Iteration is evolution

Oh leuh peuget, reulheh
Oh leuh pula, koh
Oh leuh pajoh, beh

Hidup itu terus ada perulangan. Apa yang telah dibuat, suatu saat pasti akan dihancurkan. Yang dimakan, pasti ada yang dibuang, Yang ditanam, pasti akan ditebang. Begitulah ibarat yang disampaikan waled.

Kata Dewa Eka Prayoga, menjadi seorang penjual, selesai jualan apa yang harus dikerjakan lagi. Ya jualan lagi.

Pun menjadi pembicara, selesai mengisi acara disuatu tempat, ngapain lagi. Ya jadi pembicara lagi.

Yang berhasil Nyaleg, pasti nyaleg lagi. jangan heran poster-poster di jalan akan ada muka lama. seseorang yang berhasil disuatu bidang akan mengulangi keberhasilannya.

Dalam dunia bisnis, produknya banyak tapi perusahaan penerbitnya itu-itu lagi. investornya dia dia lagi.

Dunia sepak bola juga begitu. Yang menang kompetisi liga lokal, hingga Liga Champion, ya mereka klub papan atas. sangat jarang muncul juara baru.

Perulangan akan membuat mereka menjadi lebih, bahkan master di bidang itu.

Menurut Jason Fried dalam Tulisannya Teaching Iteration, menyebutkan Hal yang membuat sesuatu menjadi lebih baik, dan Menjadikan hal telah diperbuat, menjadi suatu yang fresh adalah iteration, dengan pengulangan.

sayangnya saat dibangku sekolah, kita tidak banyak mendapatkan sistem pengulangan. Selesai dengan suatu penugasan, akan mendapatkan tugas baru dengan materi yang berbeda. Jarang sekali ada kesempatan untuk mengulang tugas lama di semester beru. Kesempatan yang disia-siakan.

Sarannya, khusus untuk tugas akhir semester. pelajar dapat memilih sesuatu yang sudah dikerjakan, memperbaikinya dan menjadi versi 2, versi yang lebih baik.

Versi terbaru ini Mewajibkan mereka utk membawa perspektif baru. Lalu Memperagai dari berbagai aspek yang bekerja. Misalnya terhadap waktu, ruang, dan kesempatan yang tersedia.

Dengan menemukan sudut pandang yang baru, menerapkan perspektif baru, dan ide baru dalam masalah yang lama. sistem pengulangan akan menjadi evolusi. Karena merubah suatu yang lama menjadi lebih baik.

So, tidak ada salahnya jika pekerjaan kita itu-itu saja. Semakin sering diulang, kita akan menemukan metode yang lebih efektif dan efisien.

Produk teknologi, smartphone, internet menjadi canggih dan keren. itu karena pengulangan dan terus memperbaiki.

Jika kerjaan kita adalah menulis, abis nulis kita mau ngapain?
Istirahat dululah sejenak. kasian mata. Baru nulis lagi. Yang penting, ada setiap hari.

Human Journey

There are two words to describe the human journey. I pick up the words from arabic. سفر (safr) that mean a trip and هجر (hijr) that mean move.

Let’s think, actually the human journey is move. Drop in a moment and move to another moment, without go back. Imposible thing if the moment at fifty years old back to twenty five years old. Each remembrance is neither same if repeated.

On the contrary, The human tendency is often just safr, tripping. And then want to return. The tendency really want to change, and it come back easily.

For a moment, we able to be better. But after that we could be back to bad things, anytime.

Only Guidance from the God which able to guide. And only repent trip which show for human to move on to God side.

ربنا لا تزغ قلوبنا بعد اذ هديتنا وهبلنا من لدنك انك انت الوهب

Ardhuna Aqidatuna, Tanahku Aqidahku (part 2)

 

Kisah Seorang pria melayu paruh baya, di Pulau Pinang Malaysia, mencurahkan keresahannya kepada sang ustad.

Ia merasa masyarakat melayu disana akan jadi minoritas di tanahnya sendiri. Seperti orang melayu di tanah Singapura.

Di tengah pembangunan daerah yang begitu megah, mereka seakan diusir dengan halus.

Harga tanah dan properti kian mahal. Sulit dijangkau oleh mereka. Mereka terpaksa pindah dan menyewa ke pinggiran kota. Saat Harganya naik lagi, mereka pindah lagi. Kian terpinggirkan.

Terkait pekerjaan, disana mensyaratkan hal-hal yang menyulitkan mereka. Fasih berbahasa Mandarin misalnya. Tentu berat bagi orang melayu.

Pria paruh baya ini bertekad etnis melayu tidak boleh pergi dari tanah kelahirannya. beliau akan bertahan bagaimana pun caranya.

Tujuannya agar orang yang datang tahu, bahwa tanah ini adalah tanah melayu, tanah orang muslim. Masih ada orang melayu hidup disini.

* * *

Islam sangat memperhatikan kehidupan bertetangga dan dengan siapa muslim itu hidup. Misalnya saat terjadi penjualan tanah. Penting untuk diketahui, kepada siapa tanah itu dijual.

Yang pertama sekali menawarkannya adalah untuk sanak saudara, jika tidak ada yang mau, maka untuk tetangga.

Jika dijual untuk umum, maka harus diperhatikan bagaimana sifat pembelinya.

Jangan sampai di kawasan muslim yang sudah terjaga lingkungannya. Dirusak oleh pihak yang baru datang dengan membangun tempat maksiat.  

Juga dikisahkan oleh ustad, pernah ada laporan dari jamaah di suatu lokasi. Jamaahnya memiliki tetangga baru yang membuat aktifitas aliran sesat.

Saat ditanya, “Bagaimana bisa di lokasi yang begitu terjaga, Bisa terjadi?”

Ternyata, tetangga baru itu sudah membeli dan memiliki tanah dan rumah di area itu. Dan kepemilikan adalah suatu yang dilindungi oleh hukum dan agama.

Siapa yang salah… Itu tidak akan terjadi jika pemilik sebelumnya menawarkan ke sanak saudara atau ke tetangganya, dan aparatur desa mensortir dalam pemberian izin.

Aparatur desa punya andil dalam bidang ini. Karena Sertifikat Jual beli tanah tidak akan ada jika pihak desa tidak menandatangani. Mereka memiliki kekuasaan dalam merawat dan mempertahankan aqidah.

Mempertahankan wilayah bukan berarti anti terhadap non-muslim. Saat di Madinah, Rasulullah SAW hidup berdampingan dengan yahudi dan nasrani.

Namun Rasulullah membuat perjanjian-perjanjian guna mengatur kepentingan bersama. tidak mengganggu dan tidak ada yang dirugikan. Dan negeri Madinah terus dalam kebaikan.

* * *

Kita perlu mendidik kita sendiri, membiasakan diri untuk mengajarkan anak, istri, dan cucu kita, bahwa warisan yang dijaga itu bukan hanya harta. Tapi lebih penting adalah warisannya Rasulullah, yaitu akidah dan keislamannya.

Kisah yang menarik saat kunjungan takziah salah satu rumah jamaah, orang tuanya meninggal, di Aceh Besar. Almarhum termasuk orang yang berhasil dalam mendidik anak.

Beliau meninggalkan harta kepada ahli waris. Salah satu aset yang nilainya tinggi adalah tanah berhektar dipinggir pantai.

Jika dinilai dari sisi bisnis, tanah ini sangat profit. dijadikan tempat wisata, semacam bungalow, restoran, dan sebagainya untuk menikmati suasana pantai.

Beberapa pihak telah datang kepada anak tertuanya. meminta membeli tanah agar dijadikan objek wisata. Sang anak tidak mau menjual. Pun ada yang untuk minta kerjasama.  

Anaknya tetap pendiriannya dengan memegang wasiat ayah, “Tanah itu dikelola oleh keluarga dan jadikan wisata islami.”

Saat ini, Wisata tersebut diperuntukkan wisata keluarga, tidak untuk pasangan muda-mudi berpacaran, atau sekedar foto prewedding. Alhamdulillah banyak keberkahan yang didapat.


Sudah terpikirkah apa saja yang perlu dibebaskan dan yang perlu dipertahankan di lingkungan kita?

Kisah-kisah di atas, saya ambil dari ceramah Ust. Masrul Aidi, Lc, saat safari dakwah beliau.

postingan lainnnya
  Ardhuna Aqidatuna Part 1

Kenapa Harus Kindle

Saya kenal dengan kindle sejak 2010, saat belajar jadi affiliate amazon. Kindle adalah salah satu produk dari amazon, sebagai e-reader. 

Jadi buku-buku dari amazon bisa dibeli dalam bentuk e-book dan dibaca di Kindle. Saat itu, belum populer iPad atau Samsung Tab. 

Bagi yang belum tau, Amazon yang semegah ini, dulunya adalah website penjual buku di Amerika. Wajar saja mereka punya banyak produk turunan seperti e-book, Kindle, dan aksesories untuk pembaca.

Saat iPad, samsung tab dan sejenisnya sudah membludak di pasaran. Serta e-book juga bisa di gadget tersebut. Ternyata Kindle masih menang banyak untuk digunakan.

Pertama, Kindle lebih nyaman di mata. Penerang yang terdapat di kindle ternyata ditembakkan ke arah layar.

Terkesan seperti melihat kertas. Sehingga saat di bawah matahari tidak terlihat gelap, dan saat di ruangan gelap, tidak terlalu terang.

Berbeda dengan gadget lain, dimana sumber cahayanya adalah layar, lalu diarahkan ke mata. ini mengakibatkan mata cepat lelah. Jika keseringan akan menurunkan daya penglihatan juga.

Pun dengan tekstur layar, menyentuh Kindle hampir sama seperti menyentuh kertas, memiliki tekstur kasar.

Sepertinya Amazon sengaja menciptakan Kindle. tanpa menghilangkan kesan seperti membaca buku, bukan robot.

Berikutnya, Kindle dikhususkan untuk fokus membaca. Tanpa atau gangguan dari notifikasi sosial media. 

Kan sering tuh, saat kita membaca di gadget kita, tiba-tiba muncul notifikasi baru.

Lalu kita buka dan baca, lalu pindah lagi ke informasi berikutnya. 

Ternyata berdasarkan penelitian, fungsi otak saat itu sedang memiliki gangguan. Pertama adalah gangguan konsentrasi karena perhatian kita mudah terpengaruh.

Yang kedua, gangguan pemahaman secara mendalam. Diserang dengan banyak informasi berakibatkan pembaca hanya ingin yang instan saja. Rupanya, saya juga merasakannya.

Kindle juga memiliki audible, semacam audio book. Misalnya saat kita di jalan, atau mengerjakan sesuatu yang tidak bisa membaca buku.

Maka kita bisa mendengar buku tersebut dibaca orang. Mereka menyewa narator yang enak baca teks. 

Selain audible, terdapat juga google audiobooks. Namun tidak bisa dinikmati dengan Kindle.

Saya sendiri, senang dengan Kindle paperwhite. karena modelnya lebih simple, dan fiturnya terupdate. Apalagi sekarang baru mengeluarkan versi terbaru all-new paperwhite.

Punya kapasitas storage dua kali dari versi sebelumnya, dan waterproof selama satu jam dalam air. 

Video Review-nya, lihat aja disini.

Oya, yang tidak biasa belanja pakai credit card, Saya sarankan pakai payoneer. tunggu saja, akan saya buatkan postingan khusus tentang ini.

 

Ardhuna Aqidatuna, Tanahku Aqidahku (part 1)

“أرضنا عقدتنا, Tanah kami adalah akidah kami,” Khutbah dari Ustad Masrul Aidi, Lc membuat saya kembali merenungkan, bahwa dakwah bukan hanya lisan. Namun terdapat dakwah seperti pembebasan tanah, air demi islam serta mempertahankannya adalah sebuah keniscayaan, kewajiban.

Saya kembali teringat kisah Sayyidina Ustman bin Affan ra. Tentang berperannya beliau dalam pembebasan sumur seorang Yahudi. Sumur Raumah.

Perlu dijelaskan bahwa perluasan wilayah umat muslim tidak menggunakan kata “menaklukkan”. karena kata itu identik dengan perampasan, pemaksaan.

Perluasan wilayah muslim menggunakan kata “fath” yang artinya pembebasan, yaitu membebaskan  suatu tempat dari kedzaliman dan kemusyrikan (seperti fathul Makkah, pembebasan kota makkah, fathul filastin, dsb).

Saat musim paceklik di Madinah, seluruh kawasan yang ditinggali umat muslim saat itu kesulitan air, untuk minum, berwudhu dan keperluan lain. Apalagi orang-orang muhajirin yang terbiasa dengan air berlimpahnya air zam-zam di Mekkah.

Satu-satunya sumber air saat itu yang bisa digunakan adalah sumur Raumah, sumur punya orang yahudi. Dimana setiap orang yang mau air tersebut terpaksa membeli dan mengantri.

Melihat kondisi umat yang memprihatinkan, Rasulullah pun bersabda

“Wahai Sahabatku, siapa saja di antara kalian yang menyumbangkan hartanya untuk dapat membebaskan sumur itu, lalu menyumbangkannya untuk umat, maka akan mendapat surga-Nya Allah Ta’ala,” (HR. Muslim)

 

Saat Sayyidina Ustman mendengar kabar tentang sumur dan sabda nabi, ia pun bergegas menjumpai pemiliknya, Raumah. Meminta sumur itu untuk dijual kepadanya.

Sang pemilik tak mau menjual, meskipun sudah ditawari harga yang tinggi. Hingga akhirnya, Sayyidina Usman menawarkan solusi agar dijual setengah saja untuknya.

Dengan kesepakatan, sehari dipergunakan sayyidina Ustman, hari esok dipakai oleh raumah. demikian pula seterusnya. Setelah mempertimbangkan dan menganggap bisa untung dua kali. Yahudi tersebut menyepakatinya.

Saat giliran Usman, penduduk madinah dibolehkan mengambil air sebanyak-banyaknya secara gratis. mereka pun mengambilnya sekaligus untuk persediaan besok. Karena besok akan ganti pemilik.

Saat giliran Yahudi esoknya, tak ada penduduk yang datang. karena telah memiliki persediaan air.

Merasa rugi, akhirnya Yahudi tersebut datang kepada Usman, agar bersedia membeli separuhnya lagi.

Sayyidina Usman setuju. Dan dibayarkan seperti seperti harga sebelumnya, yaitu  20.000 dirham. Beliau mewakafkan sumur ini untuk kepentingan penduduk, bisa mengambil air secara gratis termasuk yahudi tersebut. Airnya pun masih dipergunakan hingga saat ini.

Seiiring berjalannya waktu, di sekitar Sumur ini banyak ditumbuhi pohon kurma dan terus bertambah jumlahnya.

Saat ini, jumlahnya mencapai ribuan dan dikelola oleh Kementerian Pertanian Arab saudi. Hasil dari pohon kurma ini dijual, dan disumbangkan kepada fakir miskin. Sebagian pendapatan disimpan dalam rekening bank atas nama Ustman bin Affan.

Uang simpanan di rekening tersebut juga digunakan untuk membeli sebidang tanah dan membangun hotel berbintang yang cukup besar di salah satu kawasan strategis dekat Masjid Nabawi. hotel ini pun diberi nama Ustman Bin Affan.

 

Berkah dari kedermawannya Ustman bin Affan, untuk kemaslahatan. Allah lipatgandakan sesuai firmanNya

إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ

“Jika kalian meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepada kalian dan mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun”. (QS.at-taghabun:17)

أرضنا عقدتنا
Tanah kami, akidah kami..

Bersambung…

Perjumpaan Tanpa Perpisahan

Tulisan ini mungkin karena keingat terus dengan beliau. Habib Umar AlHafidz.

Salah satu pemandangan Indah adalah saat melihat Insan yang indah akhlaknya, santun perangainya, tinggi dan berkah ilmunya serta tinggi pula kedudukannya di sisi Allah SWT.

Apalagi pemandangannya seorang Habibana Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz. Darahnya mengalir darah Rasul. Beliau selalu menjaga dakwah dan Sunnah kakek tercinta, Rasulullah SAW.

Saat orang-orang mencaci dirinya, sang murid ingin membalas umpatan orang-orang. Namun sang guru menahannya dan menasehati, “Tak Pantas kata-kata hina keluar dari mulut yang merindukan rasul.”

Beliau yang selalu menjaga lisannya dengan ucapan yang baik, Nasehat atau hanya berzikir.

Mata yang selalu beliau jaga. Agar hati selalu kuat menahan diri dari dosa. Dan melawan bisikan syaitan dan hawa nafsu.

Pantas saja, Habib Ali Al Jufri berkata, “Jika ingin melihat indahnya akhlak Rasul, maka lihatlah akhlak (yang diperbuat) Habib Umar.”

Dan pantas pula, setiap muslim yang berjumpa dengan Habibana. Hatinya jadi Ingat Insan terbaik, SAW. Dan ingin berselawat kepadanya.

Sepanjang mengikuti rihlah Safari dakwah habib Umar di Jakarta, Pesan yang terakhir beliau sangat menempel di kepala. Beliau menasehatkan:

“Sama-sama kita tahu, kita tinggal di dunia, dimana Tabiat Dunia adalah perpisahan.”

 

“Dan semoga perjumpaan kami dengan antum semua membuahkan PERJUMPAAN TANPA PERPISAHAN. Yaitu Perjumpaan dalam syurganya Allah, perjumpaan yang dipenuhi oleh Syafaat Rasulullah SAW.”

Alangkah indahnya pula, jika setiap perjumpaan dengan para sahabat kita. Dibuatkan jadi perjumpaan tanpa perpisahan di hari nanti. yang saling menasehati, mendoakan, dan saling mencintai karena Allah.